clock

Jumat, 30 Desember 2011

Kegelisahan

"Kegelisahan"

Menurut saya kegelisahan adalah sebuah perasaan tidak nyaman  yang dirasakan oleh seseorang yang merasakannya dan dapat timbul dari ketidak percayaan, kekhawatiran seseorang yang berlebihan dan lain-lain. Seperti pasangan yang tidak percaya kepada pasangannya karena sifat atau wataknya yang berubah drastis begitu cepat. 

Contoh lain Kekhawatiran seorang ibu kepada anaknya yang sedang bekerja di luar negeri karna biasanya seorang ibu tersebut khawatir bagaimana keadaan anaknya di sana. Karena darah daging yang sangat melekat oleh batin antara anak dan seorang ibu begitu kuat jadi ia dapat merasakan keadaan seorang anaknya.
Cara mengatasi kegelisahan adalah:

- Berdoa kepada Allah S.W.T dan banyak meminta solusi dari yang maha kuasa. 

-Beribadah yang teratur dengan salat tepat waktu juga dapat mengatasi kegelisahan.

- yakin tidak terjadi sesuatu yang terjadi pada diri kita atau orang lain.


Bagaimana cara mengatasi kegelisahan


Mengatasi Kegelisahan

Tekanan kehidupan dengan segala permasalahnnya kadang membuat kehidupan tidak tenang. Cara pintas kadang sering dilakukan untuk menghindar dari permasalahan. Tetapi permasalahan tidak kunjung bisa diselesaikan. Bahkan permasalahan baru datang bermunculan. Permasalahan yang tidak kunjung bisa diselesaikan seringkali semakin menambah tekanan perasaan dan menambah beban berat pikiran. Saking putus asanya terhadap penyelesaian yang tak kunjung datang, seseorang berani mengakhiri kehidupan dengan cara yang terlarang.

Itulah kehidupan yang tidak pernah lepas dari problematika dan permasalahan. Yang satu berhasil diselesaikan yang lain bermunculan. Lepas dari satunya kemudian muncul yang berikutnya. Seakan manusia tidak pernah lepas dari problematika. Lalu kapan manusia bisa menemukan kebahagiaannya?. Jawabnya, manusia bisa menemukannya kapan saja asalkan: Pertama, mereka memiliki hati yang dipenuhi rasa syukur. Yaitu hati yang selalu menerima segala nikmat yang diterimanya seberapapun besarnya(qona’ah). Kemudian mereka juga rela menerima apa saja yang telah diputuskan (taqdir) oleh Allah swt atasnya. Mereka juga tidak memiliki ambisi yang terlalu berlebihan sehingga mudah meremehkan setiap pemberian yang telah diterimanya. 

Dan ketika mereka berada dalam kesulitan mereka senantiasa ingat pesan Rasulullah saw:”Kalau kita berada dalam kesulitan, maka perhatikan orang-orang yang lebih sulit dari kita”. Sehingga segala kesulitannya seakan terasa menjadi ringan. Rasa syukurnya diwujudkan dengan menambah dan memperbanyak amal ibadahnya. Mereka ingin mewujudkan wasiat Allah swt, siapa yang mau bersyukur tentu akan ditambahkan nikmat yng diperolehnya.

Kedua, mampu memanfaatkan umur (waktu) yang dimilikinya untuk memperbanyak beramal shaleh dan beribadah. Seseorang yang hanya mengisi hidupnya hanya untuk meraih kebahagiaan dunia semata, maka di hari tuanya akan banyak diisi dengan bernostalgia dan berangan-angan tentang masa mudanya. Ia akan cenderung merasa kecewa dengan datangnya masa ke-tua-nya. Fikirannya akan cenderung terfokus pada bagaimana cara untuk bisa menikmati sisa hidupnya. Maka ia akan sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum sempat ia rasakannya. Hatinya akan kecewa apabila ia tidak mampu menikmati apa yang diangankannya.

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat dengan banyak beribadah, semakin tua umurnya semakin diisi dengan mendekatkan dan bermesraan dengan Yang Maha Pengasih. Semakin hari semakin dirasakan kelezatan bermunajat dan bersimpuh dihadapan keagungan-Nya. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini. Mereka selalu mengharapkan bisa merasakan keindahan kehidupan sebagaimana yang dijanjikan Allah swt kepada mereka. Mereka sangat merindukan bisa selalu dekat dengan Rabbnya dimana saja mereka berada.

Ketiga, selalu bersemangat untuk mempelajari dan mendalami ilmu agama Islam. Karena semakin dalam ia mendalami ilmu-ilmu itu, tentu saja akan semakin jauh ia mengenal sifat-sifat Allah swt beserta seluruh ciptaan-Nya. Allah swt juga menjanjikan nikmat bagi hambahnya yang mau menuntut ilmu. Semakin ia mempelajari ilmu Islam semakin pula bertambah cintanya kepada Allah swt dan Rasul-Nya. Dan cinta inilah yang akan memberikan cahaya kepada hatinya. Bersemangat untuk memahami ilmu Islam akan membuat hatinya menjadi hidup. Dan hati yang hidup inilah yang akan selalu dipenuhi cahaya kenikmatan kehidupan dibawah naungan Islam dan Iman.


http://hajisamsul.wordpress.com/2008/06/27/mengatasi-kegelisahan/

Cita – cita kita


Cita – cita

Di dalam kehidupan yang fana ini bagi setiap manusia pasti memiliki cita – cita dan sudah tertanam di benak mereka sewaktu kecil. Seperti junjungan Nabi besar kita Nabi Muhammad S.A.W yang mempunyai cita-cita untuk meyakini kepada umat manusia bahwa Allah S.W.T adalah sang pencipta alam dan makhluk yang beraneka ragam. Beliau meyakini kaumnya agar percaya bahwa Allah adalah pencipta dari semua makhluk di alam jagad raya ini. Dalam perjalanannya beliau di caci maki oleh kaumnya bahkan beliau pernah di lempari kotoran unta oleh seseorang tetapi beliau tetap berdakwah dan menyabarkan agama Allah S.W.T yaitu islam. Karna beliau percaya dan meyakini bahwa cita-citanya bakal terlaksana walupun ia tak tahu berapa lama akan bisa mengubah kaumnya menjadi muslim.

Dalam cerita diatas merupakan cita-cita yang dialami oleh rasululah semasa hidupnya lalu apakah cita –cita seseorang yang di alami manusia di era sekarang ini ?
Cita –cita manusia di era sekarang ini saya akan mengambil cerita dari cita- cita pribadi saya semasa kecil  hingga sekarang ini. Ketika saya masih kecil saya ingin sekali menjadi baja hitam maklum waktu itu saya belum sekolah jadi belum tahu apa-apa karena saya ingin menjadi pahlawan kebetulan alias kebenaran.
          
              Ketika saya sudah sekolah saya mengenal apa itu abri dan polisi dan saya mengubah cita-cita saya menjadi polisi atau bidang kemiliteran karena dapat menegakan keadilan.lalu ketika saya mengetahui bahwa keadilan hanya bisa dilakukan oleh sang pencipta.
            Saya mengubah cita-cita saya menjadi dokter yang bisa menolong orang lain. Ketika saya tahu bahwa sekolah dokter itu sangat mahal saya memutuskan untuk menjadi pembisnis yang terkenal dan mempunyai banyak uang, lalu setelah banyak uang saya sekolahkan anak saya di kedokteran karna saya sudah mempunyai cukup biaya untuk menyekolahkannya. Maka dari itu sekarang saya mengambil kuliah jurusan manajamen agar menjadi orang yang dapat memanajemenkan waktu sebaik-baiknya dan menjadi pembisnis yang handal di segala bidang yang saya lakukan. 

            Dan cita – cita lain saya menjadi YAMAKASI karna saya ingin merasakan hidup layaknya burung yang tidak percaya akan gravitasi dan dapat menaklukan rintangan-rintangan yang dilaluinya tak peduli seberapa tinggikah atau besar rintangan yang mengahadang di depan kita.

Amin Ya rabbal alamin semoga cita-cita saya dapat terwujud satu persatu.

Jelsakan perbedaan antara pandangan hidup dengan cita – cita


Perbedaan Antara Pandangan Hidup dengan Cita-cita


Pandangan hidup adalah suatu arahan hidup, atau pedoman hidup yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Sedangkan cita-cita adalah suatu keinginan yang ingin kita capai.

Jadi perbedaannya adalah, Kalau pandangan hidup adalah bagaimana cara kita menilai segala sesuatu yang ada dalam kehidupan dan bisa menjadi inspirasi dalam kehidupan kita untuk kedepannya. sedangkan cita- cita adalah sesuatu yang kita capai atau kita raih.

Penderitaan yang dialami oleh manusia


Di dalam artikel ini saya akan membahas tentang penderitaan yang di alami manusia karena saya   beragam muslim saya akan mengambil dari riwayat nabi kita pada jaman dahulu.
           
            Menurut pandangan saya penderitaan yang di alami manusia pertama kalinya yaitu ketika nabi adam dan siti hawa dibujuk oleh syaitan untuk memakan buah khuldi di surga sehingga mengakibatkan mereka di lempar ke bumi oleh  ALLAH S.W.T  sebagai hukuman karena telah melanggar perintahnya lantaran tindakannya sendiri yang mengesampingkan perintah tuhan dan lebih menuruti nafsu dan bujukan syaitan.
            Kemudian penderitaan yang paling sangat di derita manusia adalah oleh pemimpin besar umat islam Nabi Muhammad. Ketika Nabi Muhammad masih di dalam kandungan 2 bulan ayahnya Abdullah wafat, kemudian pada usia 6 tahun ibunya Aminah wafat. Oleh karena itu semasa kecil beliau telah merasa pahit karena tidak mendapat belaian kasih saying kedua orangtuanya. Lalu beliau di pelihara oleh pamanya Abdul mutholib dan ketika umur 8 tahun pamanya meninggal dunia pula. Walaupun demikian beliau dapat tumbuh menjadi individu yang sopan dalam berucap maupun berprilaku mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia di dalam pertempuran.
           
 


Definisi dari penderitaan

Jelaskan Definisi dari Penderitaan
Penderitaan, atau nyeri dalam arti luas, adalah dasar individu afektif pengalaman ketidaknyamanan dan keengganan terkait dengan bahaya atau ancaman bahaya. Penderitaan mungkin memenuhi syarat sebagai fisik atau mental. Ini mungkin datang dalam semua derajat intensitas, dari ringan sampai tak tertahankan. Faktor durasi dan frekuensi terjadinya senyawa yang biasanya intensitas. Sikap terhadap penderitaan dapat sangat bervariasi, dalam penderita atau orang lain, sesuai dengan berapa banyak itu dianggap sebagai dihindari atau tidak dapat dihindari, berguna atau tidak berguna, layak atau tidak layak.
Penderitaan terjadi dalam kehidupan makhluk makhluk dengan cara yang banyak, dan sering dramatis. Akibatnya, banyak bidang aktivitas manusia yang bersangkutan, dari sudut pandang mereka sendiri, dengan beberapa aspek penderitaan. Aspek-aspek mungkin termasuk sifat penderitaan, proses, asal-usul dan penyebab, arti dan makna, perilaku yang terkait pribadi, sosial, dan budaya, obat, manajemen, dan menggunakan.

Terminologi

Kata Penderitaan kadang-kadang digunakan dalam arti sempit sakit fisik , tetapi lebih sering mengacu pada sakit mental atau emosional , atau lebih sering belum nyeri dalam arti luas, yaitu untuk setiap emosi, perasaan atau sensasi tidak menyenangkan. Rasa sakit biasanya Kata mengacu pada rasa sakit fisik, tetapi juga sinonim umum penderitaan. Rasa sakit dan penderitaan kata-kata yang sering digunakan baik bersama-sama dalam cara yang berbeda. Misalnya, mereka dapat digunakan sebagai sinonim dipertukarkan. Atau mereka dapat digunakan dalam 'bertentangan' satu sama lain, seperti dalam "rasa sakit adalah fisik, penderitaan mental", atau "sakit tidak bisa dihindari, penderitaan adalah sebuah pilihan". Atau mereka dapat digunakan untuk mendefinisikan satu sama lain, seperti dalam "rasa sakit adalah penderitaan fisik", atau "penderitaan adalah rasa sakit fisik atau mental yang berat".
Kualifikasi, seperti mental, emosional, psikologis, dan spiritual, yang sering digunakan untuk merujuk ke beberapa jenis rasa sakit atau penderitaan. Secara khusus, sakit mental (atau penderitaan) dapat digunakan dalam hubungan dengan nyeri fisik (atau menderita) untuk membedakan antara dua kategori yang luas dari rasa sakit atau penderitaan. Peringatan pertama tentang seperti perbedaan adalah bahwa ia menggunakan sakit fisik dalam arti yang biasanya meliputi tidak hanya 'pengalaman indrawi khas sakit fisik, tetapi juga pengalaman lainnya yang tidak menyenangkan tubuh seperti gatal-gatal atau mual. Sebuah peringatan kedua adalah bahwa istilah fisik atau mental tidak harus diambil terlalu harfiah: rasa sakit fisik atau penderitaan, sebagai Sebenarnya, yang terjadi melalui pikiran sadar dan melibatkan aspek emosional, sementara sakit mental atau penderitaan yang terjadi melalui otak fisik dan, menjadi seorang emosi, melibatkan aspek-aspek fisiologis penting.
Ketidaknyamanan, sinonim lain penderitaan atau rasa sakit dalam arti luas, digunakan dalam ilmu rasa sakit fisik untuk merujuk pada dimensi afektif dasar nyeri (aspek penderitaan nya), biasanya dalam kontras dengan dimensi sensorik, seperti misalnya dalam kalimat ini dari Profesor Donald Harga: "Rasa-ketidaknyamanan seringkali, meskipun tidak selalu, berhubungan erat dengan baik intensitas dan kualitas yang unik dari sensasi yang menyakitkan." Kata-kata yang kasar identik dengan penderitaan, di samping rasa sakit dan ketidaknyamanan, termasuk kesusahan, kesedihan, ketidakbahagiaan, kesengsaraan, penderitaan, duka, sakit, ketidaknyamanan, ketidaksenangan, disagreeableness.